Pemerintah Tak Boleh Terlena Setoran Pajak Sektor Komoditas

Oleh Candra Baskoro pada Tuesday July 24, 2018

Bisnis.com - 23 Juli 2018 oleh Edi Suwiknyo

JAKARTA – Pemerintah diminta tak terlalu menggantungkan penerimaan dari perbaikan harga komoditas.

Partner Fiscal Research Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji mengakui bahwa prospek komodutas tahun ini cukup baik. Meski membaik, pemerintah tak boleh terlena, apalagi sampai melupakan agenda reformasi pajak.

"Jangan tergantung pada PNBP dan melupakan komitmen reformasi pajak," kata Bawono, Senin (23/7/2018).

Bawono juga menjelaskan, membaiknya harga komoditas tak menjamin penerimaan pajak bakal berjalan optimal. Seperti yang telah diprediksi sejak akhir tahun lalu, realisasi penerimaan pajak tahun ini tak akan menunjukan pergerakan yang signifikan.

"[Satu lagi], pemerintah juga perlu mewaspadai kinerja perekonomian terkait ancaman perang dagang terjadi," ungkapnya.

Sebelumnya, pertumbuhan penerimaan pajak dari dua sektor utama penerimaan pajak yakni manufaktur dan perdagangan menunjukan pelambatan. Pelambatan dua sektor yang berkontribusi lebih dari 50% ke penerimaan pajak ini dikhawatirkan memengaruhi peforma penerimaan ke depan.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan, pada Mei 2018 pertumbuhan sektor manufaktur ke penerimaan pajak mencapai 15,4%. Pada Juni, pertumbuhan sektor ini terus merosot hingga ke angka 12,64%, jika dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan pada Juni jelas menunjukkan pelambatan. Tahun lalu sektor manufaktur bisa tumbuh 17,57%. 

Di sektor perdagangan, situasi pada Juni juga menunjukkan pertumbuhan yang kurang signifikan. Dibandingkan dengan Mei yang mencapai 31,43%, sektor ini kendati diklaim masih tinggi, hanya mampu tumbuh pada kisaran 27,91%.

Berita di Sep 2018