Banyak Tantangan dan Masalah di Bidang Perpajakan

Oleh Candra Baskoro pada Wednesday May 9, 2018

Bisnis.com - 8 Mei 2018 oleh Edi Suwiknyo

JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mencatat banyak tantangan dan problem yang dihadapi pemerintah dalam bidang perpajakan.

Tiga masalah utama di sektor perpajakan di antaranya clarity atau kejelasan kebijakan, certainty atau kepastian pengaturan, dan consistensy atau konsistensi penerapan kebijakan.

Dia pun memberikan catatan kritis terkait problem yang terjadi dalam proses reformasi perpajakan tersebut. Menurutnya, pemerintah perlu membuat kebijakan perpajakan yang berkelanjutan, jangka panjang dan berkepastian.

Dalam paparannya saat ini ada sekitar 14 kebijakan yang menjadi sorotan dan sempat memancing perdebatan publik. Paling anyar barangkali mengenai pembatalan penerapan kewajiban mencantumkan Nomor Induk Kependudukan atau NIK bagi pembeli yang tak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Regulasi lain yang juga memiliki kecenderungan yang sama adalah rencana implementasi belied bagi e-commerce yang salah satunya ingin mewajibkan marketplace memungut PPh dan PPN. Kebijakan ini dinilai akan memberatkan pelaku usaha karena sebagian bergantung pada modal ventura dalam menjaga keberlangsungan usahanya.

Selain itu, aturan ini juga berpotensi menimbulkan consumption shifting ke jual beli melalui media sosial yang didominasi oleh platform asing. Oleh karena itu, untuk menghindari potensi distorsi, dalam menerapkan kebijakan perpajakan pemerintah perlu menyusun roadmap yang lebih jelas, pasti, mengikat, dan disusun multipihak.

Berita di Nov 2018